Transformasi Suku Anak Dalam (SAD)

Transformation Suku Anak Dalam (SAD)

Sorak keceriaan dari tubuh-tubuh mungil di balik dedaunan masih terdengar lantang, lambaian tangan pun selalu menjadi awal sapaan saat berkunjung, dan pikiran-pikiran alami tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Itu lah yang menjadi ciri khas unik, bermakna dalam, menjadikan nya sekelompok masyarakat adat yang memiliki nilai dan budaya tersendiri di antara masyarakat pada umumnya. ...

Asistensi Calon Mitra TFCA Sumatera

Assistance for Candidate TFCA Sumatran Partner

Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-S) telah membuka Siklus Hibah 8 (SH-VIII) yang didedikasikan guna mendukung implemenatasi Rencana Tindakan Mendesak (RTM) untuk penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatera, dan saat ini telah memasuki tahap akhir proses pemberian hibah kepada calon mitra yang disetujui. Ada 4 inisiatif konsorsium yang telah mendapatkan komitment dukungan hibah dari ...

Kuliah Lapang sepasang remaja Suku Anak Dalam

Kuliah Lapang sepasang remaja Suku Anak Dalam

Sabtu-Minggu, 30-31 Januari 2021 adalah jadwal Kuliah Lapang bagi mahasiswa prodi kehutanan Universitas Muhammadiyah Jambi, tempat di mana 2 remaja Suku Anak Dalam (SAD) sedang menuntut ilmu dan menempa diri demi masa depan dan cita-cita. Di tengah aktivitas perkuliahannya di pemukiman, mereka mendapatkan kabar dari pihak kampus khususnya prodi kehutanan yang akan mengadakan Kuliah Lapang ...

Mengelola Lahan Kritis dengan Sistem Pertanian Organik di Jangkat

Mengelola Lahan Kritis dengan Sistem Pertanian Organik di Jangkat

Jangkat, salah satu kecamatan di kabupaten Merangin yang bersinggungan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Terletak di bagian barat provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan provinsi Bengkulu. Gunung Masurai menjadikan tanah di sekitarnya subur dan sebagian besar jenis tanah di Jangkat adalah tanah andosol, tempat petani menumpukan sumber penghidupan mereka. Seiring berjalannya waktu, tanah subur ...

Menceritakan Buku Melalui Boneka Tangan

Telling Books through Hand Puppets

Dua lembar tikar digelar di lapangan, seluruh adik-adik duduk mengambil posisi paling nyaman, seperti orang-orang kota memenuhi studio bioskop. Satu persatu lakon boneka tangan dikeluarkan dan memperkenalkan diri. Boneka tersebut berbicara, mengeluarkan suara khas yang lucu saat mulutnya bergerak, menanyakan nama dari adik-adik yang duduk di bagian paling depan.