Cerita perjalanan Seri Santoso, remaja Suku Anak Dalam yang lulus menjadi anggota Polri

Home » Cerita perjalanan Seri Santoso, remaja Suku Anak Dalam yang lulus menjadi anggota Polri
Cerita perjalanan Seri Santoso, remaja Suku Anak Dalam yang lulus menjadi anggota Polri

Cerita perjalanan Seri Santoso, remaja Suku Anak Dalam yang lulus menjadi anggota Polri

Seri Santoso, adalah putra sulung dari pasangan Tutik (ibu) dan Perencam (ayah), yang merupakan Suku Anak Dalam yang bermukim di Desa Dwi Karya Bhakti, Pelepat, Kabupaten Bungo. Seri telah menyelesaikan pendidikan SLTA nya sekitar 2 tahun silam, setelah lulus sekolah pada waktu itu, dia mempunyai harapan tinggi untuk menjadi seorang prajurit TNI dan ingin mendedikasikan diri seutuhnya dan berbakti kepada negara.

Dengan tekat dan asa yang sangat tinggi, ia tidak mempedulikan berbagai macam pandangan negatif dan menjatuhkan tentang dirinya. Dipemukiman SAD sendiri, Seri menyadari penuh bahwa dirinya adalah sosok yang nantinya akan memberi dampak kepada masyarakat dan keluarga di lingkungan tempat tinggal, terlebih bagi adik-adiknya yang masih mengenyam pendidikan dasar.

Kesehariannya setelah lulus sekolah mulai berubah kearah yang lebih baik, seperti mengurangi pergaulan yang tidak penting misalnya. Seri mulai aktif dan peduli dengan lingkungan. Ia berfikir bahwa jika seperti ini terus tanpa aktivitas dan tidak memulai pergerakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warganya, akan sampai kapan bisa bertahan di tengah gentingnya situasi kehidupan sekarang ini? Ditambah dengan pandemi yang tidak kunjung usai membuat masyarakatnya sedikit kesulitan untuk mencari hasil hutan yang bisa dijual untuk kebutuhan hidup.

Seri pun membantu upaya peningkatan pembangunan sosial di pemukimannya, mulai dari mengajar anak-anak, membantu aktivitas pertanian komunitasnya, peternakan dan lain sebagainya. Namun di samping kegiatan sehari-harinya tersebut, dia masih menyimpan mimpi untuk menjadi seorang abdi negara. Meski tinggal di desa kecil dan di pedalaman sana, Seri berangkat menuju kota provinsi dengan niat dan harapan yang besar. Laki-laki berusia 19 tahun tersebut memulai perjuangan awalnya dengan mendaftar sebagai calon prajurit TNI di pertengahan tahun 2020 lalu, setelah mengikuti beberapa rangkaian tahapan uji kompetisi, pada akhirnya seri dinyatakan belum memenuhi syarat untuk menjadi seorang prajurit TNI.

Seri dinyatakan gagal dan harus belajar, serta berlatih lebih giat lagi untuk persiapan mengikuti seleksi penerimaan tahun berikutnya. Kegagalan ini justru merupakan sebuah kebangkitan bagi dirinya untuk memulai dan mencoba lagi serta tidak mengurung diri untuk bersedih terlalu lama. Beberapa bulan berselang, Seri mendapat kabar menggembirakan hasil kerjasama antara Pundi Sumatra dan Universitas Muhammadiyah Jambi, menawarkan kelanjutan pendidikan tinggi baginya. Meski dilema masih sangat kuat untuk berkarir di TNI, namun di satu sisi, Seri merasa senang dan bahagia sekali karena mendapatkan sebuah tawaran dan kesempatan emas tersebut.

Selama ini Seri memang tidak pernah terpikir untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, dan ini tentu menjadi sebuah prestasi luar biasa baginya bisa melanjutkan pendidikannya di tengah  keterbatasan yang dimiliki. Seri mencoba untuk mengubah sesuatu dan pikiran dalam dirinya bahwa dia harus bangkit dan memulai semangat yang baru, menciptakan peluang baru untuk menemukan jalan meraih cita-cita.

Melalui MoU antara Universitas Muhammadiyah Jambi dan Pundi Sumatra, pada Oktober 2020 lalu seri diperkenalkan sebagai mahasiswa baru dan Seri Santoso_PundiSumatra

berbagai media lokal juga mempublish kabar baik ini bahwa Seri yang merupakan remaja SAD akan menempuh  pendidikan pada salah satu perguruan tinggi negeri. Orang-orang di sekelilingnya turut merasa bahagia dan bangga dengan capaian ini. Menjalani aktifitas perkuliahan secara daring karena situasi pandemi yang tidak mendukung perkuliahan tatap muka tidak menjadikannya lalai dalam mengikuti setiap jadwal kuliah online tersebut.

Seri terlihat aktif dan ia menikmatinya serta selalu menunjukkan kemampuan dirinya dan terus mau belajar. Setelah berjalan 7 bulan masa perkuliahan tersebut, ia mendapatkan informasi dari Polsek Pelepat terkait penerimaan anggota Polri tahun 2021. Akan tetapi dalam perekrutan calon anggota polri kali ini terdapat sub jalur wilayah suku pedalaman sehingga Polda Jambi memberikan kesempatan khusus bagi pemuda yang berasal dari wilayah suku pedalaman untuk mengikuti proses seleksi tanpa iming-iming kelulusan dan lain sebagainya yang artinya lulus atau tidak lulusnya nanti adalah berkat perjuangan dan kesiapan peserta itu sendiri.

Mendengar kabar baik ini, seri merasa tertantang dan kembali membangkitkan gairah lamanya untuk menjadi seorang abdi negara. Untungnya pada saat proses seleksi kali ini tidak menghambatnya dalam berkuliah karena perkuliahan masih secara daring. Seri memulai lagi dengan rasa penuh percaya diri yang tinggi untuk menguji kemampuannya, dengan terus berlatih dan memperbanyak belajar agar setiap tahapan tes yang akan dia lalui dapat maksimal. Seri kembali berangkat ke kota Jambi untuk melakukan verifikasi bahan dan melanjutkan tahapan seleksi yang masih berlanjut. Setelah sampai di Jambi, ternyata hanya ada tiga remaja yang terdaftar dan mengikuti seleksi dari jalur suku pedalaman.

Melihat saingan yang jauh lebih sedikit, Seri memaksimalkan segala kemampuannya dan berlatih lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik di antara peserta yang lain. Seri berhasil menempuh tahapan tes sampai akhir, yang mana penentuan hasil kelulusannya/pantokhir nanti akan dilakukan akumulasi dari nilai yang telah didapatkan dari seluruh rangkaian uji kompetisi yang telah dilakukan sebelumnya, dan hasil ini akan diumumkan pada bulan Juli 2021 mendatang.

Pertengahan Mei lalu dengan beberapa alasan dan pertimbangan akibat situasi sulit yang ia rasakan membuat Seri memutuskan berhenti dari perkuliahannya lebih awal. Lantas pengakuannya ini membuat sejumlah pihak terkejut dan bertanya, mengapa? Padahal hasil kelulusannya secara resmi belum diumumkan. Setelah ditelusuri, hal ini terpaksa ia lakukan karena keadaan pada waktu itu memang memaksanya untuk meminimalisir kegiatan yang dia lakukan agar terfokus pada satu tujuan.

Tanggal 22 Juli 2021 adalah hari di mana pengumuman penentuan akhir atau sidang kelulusan akan diumumkan melalui live streaming. Didampingi fasilitator Pundi Smuatra, Seri bergegas menuju sawitan untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil supaya dapat menyaksikan pengumuman hingga selesai. Akhirnya dengan mengucapkan rasa syukur, Seri dinyatakan lulus terpilih dan berhak untuk mengikuti pendidikan pembentukan calon polisi di SPN Jambi. Kelulusan seri ini adalah hasil usaha kerja kerasnya selama ini yang tidak pernah berhenti berjuang dan selalu memberikan yang terbaik di setiap kesempatan yang ia dapatkan. Ke depannya seri diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi yang patut ditiru bagi adik-adik SAD lainnya yang sedang berjuang menempuh pendidikan, agar tetap terus bersekolah hingga bisa membanggakan orang tua dan mengubah pola pikir SAD ke arah yang lebih baik serta memberi dampak positif bagi warganya.