Menyemai Harapan Lewat Pendidikan PAUD Komunitas bagi Anak-Anak Suku Anak Dalam
Pendidikan sejatinya adalah hak setiap anak, tidak peduli seberapa jauh mereka berada dari hiruk-pikuk perkotaan. Salah satu mandat penting dalam pendidikan nasional saat ini adalah menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merata. Keyakinan inilah yang menjadi motor penggerak bagi BAZNAS dan Pundi Sumatra dalam menginisiasi Pendidikan PAUD Komunitas di pemukiman Suku Anak Dalam (SAD), Desa Dwi Karya Bakti, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Ruang belajar ini dibangun untuk memberikan lingkungan yang aman bagi anak-anak usia dini di tingkat tapak untuk mulai mengenal dunia lewat literasi.
Upaya inisiasi PAUD Komunitas ini merupakan proses pendampingan yang telah dilakukan secara berkelanjutan oleh para pendamping Pundi Sumatra selama bertahun-tahun. Sejak awal, pendampingan difokuskan untuk memastikan anak-anak Suku Anak Dalam memperoleh akses terhadap pendidikan formal maupun nonformal yang layak. Sejak tahun 2023, Ulvi melanjutkan estafet pendampingan di wilayah tersebut dengan membangun kedekatan bersama warga, memperkuat kepercayaan komunitas, serta menjembatani berbagai upaya pemenuhan layanan dasar, termasuk pengembangan kelompok belajar yang kini berkembang menuju inisiasi PAUD komunitas.
Fondasi sosial yang telah dibangun melalui proses pendampingan berkelanjutan kemudian diperkuat dengan pengembangan layanan belajar bagi anak-anak usia dini. Dalam beberapa bulan terakhir, Duna bergabung sebagai guru relawan PAUD untuk mendukung proses pembelajaran di Rumah Belajar Komunitas. Bersama tim pendamping, ia memfasilitasi kegiatan belajar yang lebih terstruktur melalui pembelajaran literasi, numerasi, penguatan karakter, serta pengenalan nilai-nilai keislaman yang disesuaikan dengan konteks kehidupan anak-anak Suku Anak Dalam. Seluruh proses tersebut didukung dengan penyediaan media belajar ramah anak, mulai dari buku bacaan hingga alat permainan edukatif yang menunjang tumbuh kembang mereka.


Duna, guru relawan PAUD, melaksanakan proses pembelajaran di Rumah Belajar Komunitas bersama anak-anak berusia 4–8 tahun. Foto : Dokumentasi Pundi Sumatra
Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi komunitas yang sedang beradaptasi dengan pola hidup menetap, kemitraan BAZNAS dan Pundi Sumatra terus memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam melalui pengembangan layanan belajar yang berkelanjutan. Upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya partisipasi anak-anak dalam kegiatan belajar di Rumah Baca Komunitas.
Dukungan Positif dari Bunda PAUD Kabupaten Bungo
Perkembangan positif dari PAUD Komunitas ini pun bergaung hingga ke tingkat kabupaten. Tepat pada momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di bulan Juli 2026, Bunda PAUD Kabupaten Bungo, Elza Kurniawati bersama jajarannya menyambangi Komunitas SAD tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Elza melihat langsung aktivitas belajar anak-anak di Rumah Baca Komunitas. Ia juga berbincang santai bersama para orang tua, mendengarkan cerita mereka, sekaligus menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai bekal bagi masa depan anak-anak. Suasana yang hangat membuat pertemuan itu menjadi ruang dialog yang terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa membangun pendidikan yang inklusif di komunitas adat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, lembaga filantropi, organisasi masyarakat sipil, serta para pendamping yang hadir dan tumbuh bersama komunitas. Melalui kemitraan BAZNAS dan Pundi Sumatra, berbagai ikhtiar untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak Suku Anak Dalam terus diperkuat dari waktu ke waktu.
Perjalanan ini tentu masih panjang. Tantangan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas masih akan terus ada, mulai dari keterbatasan sarana, pendampingan, hingga perubahan pola hidup masyarakat.
Read more: Habis Gelap Terbitlah Terang
