Kampanye Publik Peringatan Hari Perempuan Sedunia Tahun 2024
Pundi Sumatra Gelar Kampanye Publik Menyambut Momen Peringatan Hari Perempuan Sedunia Tahun 2024

Pundi Sumatra Gelar Kampanye Publik Menyambut Momen Peringatan Hari Perempuan Sedunia Tahun 2024

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional Tahun 2024, Pundi Sumatra menggelar Kampanye Publik dengan tema Berinvestasi pada Perempuan; Mempercepat Kemajuan.

Aksi ini dilaksanakan pada kegiatan Car Free Day Kota Bungo pada Minggu, 3 Maret 2024 di depan kantor Dinas Bupati.

Dalam melaksanakan aksi ini Pundi Sumatra juga berkolaborasi dengan Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) yang juga merupakan mitra dari INKLUSI.

“Aksi kolaboratif ini sebenarnya sebagai bentuk nyata kami untuk menggalang dukungan dan keberterimaan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang kami lakukan,” ujar Dewi Yunita selaku CEO Pundi Sumatra.

Peringatan hari Perempuan Internasional sendiri melalui perjalanan yang panjang. Pada saat 8 maret di era Perang Dunia II, seluruh dunia merayakan hari tersebut sebagai momentum advokasi kesetaraan gender.

Aksi Kampanye Publik dalam Car Free Day ini juga menjadi media promosi bagi Pundi Sumatra untuk menyampaikan tentang peran dan keterlibatan perempuan SAD dalam seluruh aspek pemberdayaan yang dilakukan sejak tahun 2014 ini.

“Pelibatan perempuan dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, kesehatan, dan agama ini yang mau kita tonjolkan. Agar masyarakat tau bahwa kesetaraan gender bukan lagi isu yang di nomor duakan tapi justru harus sepenuhnya didukung,” ujar Dewi.

Peserta Car Free Day Kota Bungo turut berpartisipasi dan memberikan dukungan untuk komunitas Adat dan Perempuan dalam mempercepat kemajuan. Dok. Pundi Sumatra
Peserta Car Free Day Kota Bungo turut berpartisipasi dan memberikan dukungan untuk komunitas Adat dan Perempuan dalam mempercepat kemajuan. Dok. Pundi Sumatra

Untuk mendorong penerimaan dan dukungan masyarakat khususnya pada kelompok perempuan tersebut, Kampanye Publik juga diisi dengan mempromosikan produk-produk karya perempuan-perempuan komunitas Suku Anak Dalam dampingan Pundi Sumatra. Ulvi selaku fasilitator lapangan Pundi Sumatra menunjukkan beberapa produk kerajinan yang ditampilkan seperti piring anyaman, tikar rumbai, ambung, dan produk olahan ikan asap.

“Ada ikan asap juga, ini produk olahan makanan pertama milik suku anak dalam yang bisa dibeli di sini,” jelasnya.

Masyarakat yang mengunjungi booth dapat melihat kumpulan foto-foto kegiatan Pundi Sumatra dan PEKKA. “Di spanduk itu berisi harapan, mimpi dan keinginan dari perempuan-perempuan SAD, pengunjung boleh ikut menuliskan dukungannya untuk Komunitas SAD di spanduk ini,” ajak Ulvi kepada para pengunjung booth.

Booth yang dibuka dari pukul setengah 7 pagi ini menarik perhatian para peserta Car Free Day. Beberapa mengaku tertarik dengan produk-produk kerajinan milik SAD.

“Kalau tiap ada kegiatan publik begini, stand yang seperti ini yang harus dibantu promosinya oleh panitia. Pemerintah pasti cepat tanggap kalau ada komunitas yang mau buka stand di bazar,” tungkasnya.

Ira beserta pengunjung lain juga menyatakan pendapat yang sama bahwa perempuan dari berbagai kelompok harus berdaya dan kuat secara mandiri untuk kemajuan bangsa.

“Semoga saja yang dilakukan Pundi Sumatra dan PEKKA ini bisa membuahkan hasil yang baik untuk perempuan-perempuan di Bungo,” tungkasnya.

Toto Macau